Sunday, December 9, 2012

Indonesia Menyala



Indonesia Menyala adalah gerakan buku dan perpustakaan yang diinisiasikan oleh Gerakan Indonesia Mengajar. Indonesia Menyala berawal dari pengamatan Pengajar Muda sejak ditempatkan November 2010. Pengajar Muda melihat bahwa anak-anak didik mereka kekurangan bahan bacaan bermutu. Hal ini didukung oleh rekan-rekan Pengajar Muda, sukarelawan dan Indonesia Mengajar yang memiliki kesamaan visi dan akhirnya menginisiasi seranngkaian pertemuan sejak Februari 2011. Nama “Indonesia Menyala” dipilih sebagai nama resmi dari program perpustakaan Indonesia Mengajar. Filosofi dari nama Indonesia Menyala, menurut Bapak Anies Baswedan, adalah anak-anak desa yang menyala akal dan budinya karena membaca buku yang baik bersama para Pengjar Muda, bagaikan ribuan dan jutaan lampu yang menyalakan Indonesia. Indonesia menjadi menyala, tidak hanya karena sumber daya alamnya tetapi karena sumber daya manusianya yang menyala. Karena itu, program ini diberi nama Indonesia Menyala. 

Buku adalah jendela ilmu. Banyak manfaat yang didapat dari membaca buku. Karena melihat kebutuhan yang sangat tinggi terutama untuk teman-teman kita di pelosok Indonesia, maka program perpustakaan ini dibentuk hingga akbhirnya diluncurkan secara online pada tanggal 15 April 2011. Wilayah penempatan Pengajar Muda menjadi lokasi dari perpustakaan Indonesia Menyala. Terletak di 140 lokasi Sekolah Dasar (SD) di 16 kabupaten.
Perpustakaan Indonesia Menyala terdiri dari dua bentuk yaitu perpustakaan tetap dan perpustakaan berputar. Perpustakaan tetap yaitu perpustakaan yang berisikan buku yang hanya akan digunakan di satu sdekolah penempatan dan bahan-bahan tersebut akan menjadi milik sekolah tersebut. Sedangkan, perpustakaan berputar yaitu perpustakaan yang melekat pada seorang Pengajar Muda, berbentuk sebuah tas yang berisikan buku-buku yang dapat digunakan di suatu sekolah penempatan dan atau masyarakat sekitar dalam durasi waktu tertentu dan setelahnya buku-buku tersebut akan ditukarkan ke Pengajar Muda lain yang berada dalam satu kabupaten.

Perpustakaan ini dilaksanakan dan dijalankan oleh Kelompok Kerja pusat yang bertempat di Jakarta dan lima Kelompok Kerja daerah (satu kabupaten dikelola oleh satu kelompok kerja) bekerja sama dengan para Pengajar Muda Indonesia Mengajar (yang bertindak sebagai pustakawan dari perpustakaan di daerah). Kelompok Kerja daerah difokuskan untuk mengelola dan mengembangkan perpustakaan di daerahnya masing-masing. Kelompok Kerja daerah dibuat berdasarkan daerah yang dibantu. Sedangkan, Kelompok Kerja pusat bertugas mengkoordinasikan Kelompok Kerja daerah dan mengatur sistem Indonesia Menyala secara umum. Kelompok-kelompok kerja ini disebut Penyala, terbuka utnuk umum dan mengajak masyarakat untuk bergabung dan berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Bentuk kontribusi yang dapat diberikan yaitu, donasi buku, donasi dana, tenaga, ide dan kontribusi lainnya seperti mempromosikan kepada teman untuk bergabung dalam kegiatan ini.

Keterlibatan kita dalam memberikan kontribusi, artinya kita peduli terhadap pendidikan dan juga turut berpartisipasi secara langsung dalam memajukan pendidikan di Indonesia ini. Mari nyalakan Indonesia! (Felicia Nathania)


Sumber :



No comments:

Post a Comment

Post a Comment